Denpasar – Panglima Kodam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto meresmikan Pagar Makorem 163/Wira Satya dalam sebuah acara khidmat yang berlangsung pada Rabu, 28 Januari 2026, bertempat di Makorem 163/WSA, Jalan PB Sudirman, Kelurahan Dauh Puri, Kota Denpasar. Kegiatan ini dihadiri sekitar 350 orang dari unsur TNI, pemerintah daerah, serta tamu undangan lainnya.
Peresmian tersebut turut didampingi oleh Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadi Saputra, S.H., serta dihadiri jajaran pejabat Kodam IX/Udayana dan pejabat daerah Provinsi Bali, di antaranya Kasdam IX/Udy, Irdam IX/Udy, Kapok Sahli Pangdam IX/Udy, Danrindam IX/Udy, Kaban Kesbangpol Provinsi Bali, Kadis PUPR Provinsi Bali, Dirut PDAM, para Asisten Kasdam IX/Udayana, LO TNI AL dan LO TNI AU Kodam IX/Udy, Danlanal Denpasar, Danlanud I Gusti Ngurah Rai, serta para Dan/Kabalakdam IX/Udayana.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penandatanganan prasasti oleh Pangdam IX/Udayana dan Danrem 163/WSA. Selanjutnya dilakukan penekanan tombol oleh Kasdam IX/Udayana sebagai simbol mengalirnya tujuh sumber air suci (Sapta Tirta) yang menjadi bagian dari filosofi dan nilai spiritual pembangunan pagar Makorem.
Dalam sambutannya, Danrem 163/Wira Satya menyampaikan rasa syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas terselenggaranya peresmian tersebut. Ia menegaskan bahwa pembangunan pagar Makorem merupakan cita-cita yang telah lama direncanakan sebagai langkah nyata dalam memperkuat sistem pengamanan markas sekaligus meningkatkan kewibawaan satuan di tengah Kota Denpasar.
“Pagar ini kami harapkan tidak hanya menjadi pembatas fisik, tetapi juga simbol kesiapan dan profesionalisme prajurit Wira Satya dalam menjaga stabilitas wilayah Bali,” ujarnya. Danrem juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pangdam IX/Udayana atas dukungan dan arahan sehingga pembangunan dapat berjalan lancar.
Sementara itu, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto dalam sambutannya menekankan bahwa peresmian pagar Makorem 163/Wira Satya bukan sekadar menandai selesainya sebuah proyek fisik, melainkan simbol penguatan jati diri dan kehormatan satuan.
“Sebagai garda terdepan di wilayah Bali, Markas Korem harus memancarkan kewibawaan sekaligus memberikan rasa aman. Pagar ini mempertegas kesiapsiagaan kita, namun tetap selaras dengan estetika lingkungan sekitarnya,” tegas Pangdam.
Pangdam juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Danrem 163/Wira Satya beserta seluruh jajaran dan para mitra yang telah berkontribusi dalam pembangunan pagar Makorem. Ia mengharapkan dengan wajah baru Makorem yang lebih tertata dan representatif, seluruh prajurit Wira Satya semakin termotivasi untuk meningkatkan disiplin serta kinerja dalam pengabdian kepada rakyat dan negara.
Acara peresmian semakin semarak dengan pagelaran Tari Topeng dan Barong bertema “Dharmaning Mahaprabu Marakata” yang sarat nilai budaya dan filosofi kearifan lokal Bali, kemudian ditutup dengan sesi foto bersama seluruh tamu undangan.
Peresmian Pagar Makorem 163/Wira Satya ini diharapkan menjadi momentum positif dalam mendukung pelaksanaan tugas pokok Korem 163/Wira Satya serta memperkuat sinergi antara TNI dan seluruh komponen masyarakat di Provinsi Bali. (Pendam IX/Udy)